Surga tersembunyi dibalik gunung - Pantai Nanggelan



Perjalanan kali ini sangat istimewa bagi saya. Sebagai salah satu orang asli Jember dan rumah yang dekat dengan alam baru menyadari bahwa hutan yang selama ini sering saya lewati terdapat wisata alam yang sungguh menajubkan yaitu Pantai Nanggelan dan Pantai Cangakan. Namun yang akan saya ceritakan disini adalah Pantai Nanggelan karena pantainya lebih indah dan pantai cangakan sudah sering dikunjungi banyak orang. Oke kenalan dulu yuk sama pantai Nanggelan…
Pantai Nanggelan adalah  pantai yang berombak kecil dengan pasir yang halus dan berwarna putih kecoklatan. Pantai ini terletak disudut Jember selatan, tepatnya kamu bisa memilih dua jalur : jalur desa Sumberejo (kecamatan Ambulu) dan jalur desa Wonoasri (kecamatan Tempurejo). Saya akan menjelaskan satu per satu. Pertama, jalur desa Sumberejo, jalur ini ialah jalur yang hampir sama menuju pantai payangan/watu ulo/papuma. Namun, sedikit berbeda arah jalan, saat sudah mendekati jalan persimpangan antara watu ulo/payangan (simpang lima) terdapat gang berukuran sedang kearah selatan dan jalannya agak berlubang – lubang. Nah, kemudian belok digang tersebut trus lurus saja sampai pada daerah “Ungkalan”. Kalian bisa bertanya ke warga sekitar mau ke nanggelan. Setelah  itu kalian akan menemukan jembatan, kalian terus menyebranginya sampailah terlihat hutan jati. Karena dihutan terdapat banyak sekali jalan – jalan kecil, sebaiknya kalian tanya – tanya ke penduduk yang tinggal disekitar tapi memang lebih baik kalian dapat mengajak orang yang asli tinggal daerah sana / yang sudah ke pantai agar tidak tersesat. Kalian nanti akan disuguhkan pemandangan yang segar dimata.

Ini dokumentasi kami ketika melewati sungai, karena jembatan daerah “Ungkalan” masih belum selesai pembangunan, jadi kami naik getek. Getek ini muat ditumpangi beberapa motor, sepeda dan orang – orang. Hebat ya..

Jalur kedua, yaitu melalui desa Wonoasri, kecamatan Tempurejo. Jika mau ke desa sumberejo saat lampu merah ambulu jalan ke selatan. Nah, kalau ke desa wonoasri lampu merah ambulu ke timur. Atau bisa juga dari daerah Tegal Besar – Ajung – kawangrejo – Jatirejo – Blater (melewati jembatan blater). Ikuti terus jalan aspal hingga menemukan plang bertuliskan desa wonoasri, jalan terus sedikit sekitar 200 meter dari plang maka akan menemukan tulisan arah “pantai nanggelan” lalu ke selatan lurus sampai kalian menemukan hutan, disitulah kalian yang suka petualang akan disuguhkan jalan yang berlubang dan beliku – liku. Disini saya sulit menjelaskan, kalian dapat bertanya pada warga sekitar atau yang sedang berkebun. Silahkan nikmati juga pemandangannya. Saya dan teman – teman dulu berangkatnya lewat desa sumberejo dan pulangnya lewat desa wonoasri dekat (perkebunan kotta Blater). Semua jalur sama saja, sama – sama bikin capek hehe..
***
Sampailah pada jalan yang sesungguhkan, sepeda motor akan diparkir dengan biaya per motor sekitar Rp. 5000. Namun jika berencana nge – camp maka ada biaya tambahan, negosiasi sama bapaknya aja. Siapkan fisik kalian menuju jalan gunung. Gunung yang kami lalui tidak tinggi dan tidak rendah pula, sedang lah. Masih aman bagi orang awam yang tidak pernah naik gunung. “mendaki gunung lewati lembah” kami bernyanyi tidak jelas dan bergurau untuk menyemangati satu sama lain dan agar perjalanan tidak membosankan.

Waktu mau naik ke gunung, selfii duluu.. cekrek ^^
Selanjutnya kami beristirahat ditengah – tengah gunung, sepertinya tepat pada puncak gunung.

Jalan menanjak telah dilalui, selanjutnya jalanan mulai menurun melewati akar pohon yang besar, batuan – batuan. Hingga suara ombak yang mulai terdengar. Akhirnyaaa…
Selamat datang di Pantai Nanggelan.







Orang-orang sedang mancing.

Anak – anak sedang main sepak bola.


Eitss.. jika sudah capek main air, makan dulu yukkk. Jangan menahan makan apalagi menahan perasaan #eh😆. Makan bareng memang jauh lebih asyik. Pasti capek sudah melalui perjalanan panjang. Jadi bagi kalian yang mau ke pantai Nanggelan usahakan bawa makanan dan air yang banyak untuk mengganti energi yang habis dan agar pulang juga bisa semangat kembali. Dan jangan lupa “Buang saja MANTAN tapi TIDAK untuk SAMPAH”. Bawalah sampah kalian kembali, buanglah pada tempat yang semestinya. Jika tidak memungkinkan kalian bisa bakar sampah kalian agar tidak mencemari alam yang indah ini. MY TRIP, YUK BERSYUKUR. ^^
Jember, 2015

Komentar